20.JUN.2019 7 MNT DIBACA | 7 MNT DIBACA

Operasi bariatrik, yang lebih dikenal sebagai jenis operasi penurunan berat badan, telah menjadi pengobatan pilihan untuk obesitas morbid, tetapi hanya tersedia untuk sebagian kecil pasien.

Apa itu operasi bariatrik?

Operasi bariatrik mengacu pada prosedur bedah penurunan berat badan yang dilakukan untuk pengobatan obesitas. Obesitas adalah akumulasi lemak tubuh yang berlebihan yang dapat memengaruhi kesehatan Anda. Obesitas adalah penyakit kronis dan progresif yang dapat menyebabkan masalah kesehatan dan dapat mengurangi harapan hidup. Obesitas adalah faktor risiko utama berkembangnya sindrom metabolik, yang berhubungan dengan peningkatan gula darah (diabetes), peningkatan tekanan darah (hipertensi), peningkatan kolesterol darah dan lipid (dislipidemia), yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

Operasi bariatrik membuat perubahan pada sistem pencernaan dengan membatasi berapa banyak Anda makan dalam satu kali makan atau bagaimana zat gizi diserap oleh tubuh atau keduanya. Operasi ini adalah prosedur besar yang biasanya permanen dan memerlukan penyesuaian diet dan gaya hidup jangka panjang. Operasi ini juga menyebabkan risiko yang sama dengan semua operasi besar dan umumnya direkomendasikan hanya ketika pasien obesitas gagal menurunkan berat badan dengan langkah-langkah konservatif, seperti diet dan olahraga.

Siapa yang harus melakukan operasi bariatrik?

Siapa yang harus menjalani operasi bariatrik?
Indeks Massa Tubuh (IMT) mungkin merupakan cara terbaik untuk menilai obesitas. Anda dapat menghitung IMT Anda dengan rumus berikut:

IMT = berat badan dalam kilogram / tinggi dalam meter2.

Anda tergolong sehat jika IMT Anda berkisar antara 20 – 23. IMT orang yang overweight adalah antara 23 – 27 sementara orang yang obesitas memiliki IMT antara 27 – 40. Nilai batas ini cenderung lebih rendah daripada yang direkomendasikan untuk orang Kaukasia karena telah diketahui bahwa orang Asia dapat lebih awal mengalami komplikasi medis dari obesitas.

Operasi bariatrik direkomendasikan jika kegemukan Anda tidak wajar dengan IMT di atas 40 (atau IMT > 37.5 untuk orang Asia). Jika Anda menderita sindrom metabolik terkait berat badan, operasi ini dianjurkan untuk mereka yang memiliki IMT > 27.

Apa jenis operasi bariatrik yang tepat untuk menurunkan berat badan?

Ada beberapa jenis operasi yang dapat dilakukan untuk mencapai penurunan berat badan yang berkelanjutan. Operasi ini dapat dilakukan dengan operasi terbuka konvensional (seperti yang biasa kita lakukan di masa lalu) atau dengan operasi laparoskopi invasif minimal (pendekatan yang lebih disukai saat ini).

Bedah laparoskopi dilakukan menggunakan teleskop dan instrumen kaliber panjang dan halus yang dimasukkan ke perut untuk melihat dan melakukan operasi. Sayatan yang digunakan berukuran 5 – 12 mm. Karena hanya menggunakan sayatan "lubang kunci", pemulihan fungsional pasca operasi cenderung cepat. Sebagian besar pasien memiliki waktu pemulihan yang lebih singkat dan dapat lebih awal kembali melakukan kegiatan sehari-hari mereka. Jaringan parut yang timbul juga minimal karena sayatan yang kecil hanya memerlukan sedikit jahitan.

Jenis operasi bariatrik yang berbeda memiliki cara yang berbeda untuk mencapai penurunan berat badan. Pada umumnya, operasi tersebut digambarkan bersifat restriktif atau malabsorptive.

Gastric banding
Prosedur restriktif (seperti Laparoscopic Gastric Banding atau operasi Lap-Band) menyebabkan lebih cepat merasakan puas dan kenyang setelah makan dalam porsi kecil dengan pembatasan lambung. Pita silikon lentur dimasukkan di sekitar perut bagian atas dan dijahit ke area tersebut, membuat kantong lambung kecil yang membatasi jumlah makanan yang dapat ditampung oleh perut. Hal ini menyebabkan perasaan puas dan kenyang bahkan setelah makan dalam porsi kecil. Karena pita memperlambat pengosongan makanan dari kantong, Anda akan tetap merasa kenyang selama beberapa jam setelah makan. Pita melekat pada port reservoir yang ditanamkan di bawah kulit di atas tulang dada. Jika diperlukan, kami dapat menyuntikkan beberapa saline ke dalam port ini untuk menyesuaikan ukuran pita setelah operasi. Prosedur ini dapat dilakukan di klinik dan memungkinkan kami untuk mengukur jumlah penurunan berat badan yang diperlukan.

Prosedur malabsorptive (seperti Laparoscopic Gastric Bypass) menciptakan kondisi perubahan penyerapan di saluran pencernaan dengan mengalihkan makanan dan mencegah nutrisi masuk ke dalam tubuh oleh usus kecil. Selama prosedur bypass lambung, bagian atas perut dijepit dan dibagi untuk membuat kantong kecil berbentuk telur. Kantong ini kemudian dihubungkan ke bagian bawah usus kecil dalam konfigurasi "Y". Makanan dialihkan dengan bypass ini dan hanya diserap dalam segmen pendek dari usus. Prosedur ini sangat efektif untuk menurunkan berat badan dalam jumlah besar tetapi juga dapat mengakibatkan kekurangan vitamin dan zat gizi jangka panjang. Sebagian besar lambung terputus dari kontinuitas saluran usus setelah operasi bypass dan tidak lagi dapat diakses dengan endoskopi. Karena alasan tersebut, operasi ini mungkin tidak cocok bagi pasien yang berisiko terkena kanker lambung karena pengawasan di masa mendatang akan sulit.

Sleeve gastrectomy
Laparoscopic Sleeve Gastrectomy adalah prosedur yang lebih baru dan semakin populer karena profil keamanan dan kemanjurannya sangat baik. Prosedur ini mengubah perut menjadi tabung sempit panjang seperti bentuk dan ukuran pisang. Ini adalah prosedur pembatasan makanan (bukan restriktif) karena jumlah makanan yang bisa dimakan pasien akan berkurang. Cepatnya pengiriman makanan ke usus kecil juga meningkatkan efek hormon usus untuk menurunkan gula darah, sehingga memperbaiki diabetes pada pasien yang menderita sindrom metabolik. Prosedur ini juga menghilangkan bagian perut yang menghasilkan ghrelin, hormon yang bertanggung jawab untuk merangsang rasa lapar. Pasien tidak lagi merasa lapar bahkan ketika mengonsumsi makanan yang sangat sedikit. Kontinuitas alami saluran pencernaan dipertahankan, dan dapat menghindari risiko kekurangan zat gizi dan vitamin yang terlihat pada pasien setelah operasi bypass lambung.

Operasi mana yang tepat untuk Anda adalah keputusan terbaik antara Anda dengan penyedia layanan kesehatan Anda. Dokter bedah akan dapat menyoroti pro dan kontra dari setiap prosedur berdasarkan kebutuhan Anda. Semua prosedur ini adalah tindakan permanen dan tidak dapat dibatalkan kecuali untuk laparoscopic gastric banding. Oleh karena itu prosedur banding terkadang lebih disukai untuk remaja dan anak usia belasan karena pita dapat diambil di masa mendatang jika pasien tidak lagi memerlukannya saat mencapai usia dewasa.

Masa rawat inap yang diharapkan untuk semua prosedur ini berkisar antara 2-4 hari. Anda akan menjalani diet cair segera setelah operasi, dan diperkenalkan kembali dengan makanan halus dan padat secara bertahap. Secara umum, kami menargetkan penurunan berat badan 0,5-1 kg seminggu. Kelebihan berat badan Anda dapat turun sekitar 60-80% dalam 2 tahun setelah operasi.

Saya menderita diabetes tipe 2 tetapi saya tidak overweight. Dapatkah saya memenuhi syarat untuk operasi bariatrik?

Saat ini kami tidak menganjurkan operasi untuk penderita diabetes dengan IMT kurang dari 27 atau mereka yang tidak tergolong overweight. Operasi bariatrik telah dibuktikan oleh uji klinis dapat memperbaiki diabetes tipe 2, tetapi penelitian ini hanya dilakukan pada pasien diabetes yang juga mengalami obesitas. Ada beberapa penelitian yang sedang berlangsung tentang kemanjuran operasi pada penderita diabetes dengan IMT rendah, yang akan dapat menjelaskan pengaruh operasi bariatrik pada pasien diabetes non-obesitas di masa mendatang.

Apakah asuransi mencakup biaya operasi bariatrik?

Semua operasi bariatrik dan metabolisme dilakukan karena alasan medis yang ketat. Operasi ini tidak dianggap sebagai operasi kosmetik yang dilakukan karena alasan estetika. Apakah biaya operasi ditanggung oleh asuransi medis tergantung pada rencana spesifik Anda, karena beberapa asuransi tidak mengganti biaya perawatan medis untuk hanya penurunan berat badan. Singkatnya, kemungkinan Anda untuk memenuhi syarat penanggungan asuransi jika operasi dilakukan untuk mengobati kondisi medis terkait obesitas, bukan untuk obesitas saja.

Apakah ada efek samping atau risiko?

Efek samping operasi bariatrik
Operasi bariatrik pada umumnya sangat aman. Beberapa risiko, sama seperti semua operasi besar, dan komplikasi antara lain:

  • perdarahan yang berlebihan
  • infeksi
  • reaksi negatif terhadap anestesi
  • gumpalan darah dan trombosis vena dalam
  • masalah paru-paru atau pernapasan
  • kebocoran usus pada garis atau sambungan staples

Komplikasi jangka panjang dari operasi bariatrik berbeda-beda tergantung pada jenis operasi. Komplikasi tersebut antara lain:

  • sumbatan usus
  • dumping syndrome, menyebabkan diare, mual atau muntah
  • batu empedu
  • hernia
  • kekurangan vitamin dan zat gizi
  • ulcer

Dalam jangka panjang, Anda mungkin tidak kehilangan berat badan seperti yang Anda harapkan, dan berat badan dapat kembali. Hal ini biasanya terjadi jika Anda tidak mematuhi rekomendasi dokter atau gagal melakukan perubahan gaya hidup yang diperlukan, termasuk melakukan kebiasaan makan yang sehat dan olahraga yang teratur. Jawabannya bukan hanya dengan menjalani operasi. Anda harus siap untuk melakukan perubahan gaya hidup seumur hidup agar operasi bariatrik dapat memberikan manfaat. Bicarakan dengan dokter bedah Anda dan dapatkan jawaban dari semua pertanyaan Anda sebelum Anda memutuskan apakah operasi bariatrik tepat untuk Anda.

 

Artikel disumbangkan oleh Dr Melvin Look, ahli bedah umum di Mount Elizabeth Hospital

20.JUN.2019
img
Look Chee Meng Melvin
Ahli Bedah Umum
Parkway East Hospital

Dr. Melvin Look adalah ahli bedah umum di Rumah Sakit Parkway East, Singapura.