26.JAN.2018 3 MNT DIBACA | 3 MNT DIBACA

Nekrosis avaskular (Avascular necrosis/AVN) jarang diketahui namun ternyata merupakan penyebab umum nyeri pinggul pada orang Asia.

Dr Suresh Nathan, ahli bedah ortopedi di Mount Elizabeth Hospital, menjelaskan definisi, penyebab, dan pengobatan nekrosis avaskular pada pinggul.

AVN adalah kondisi yang disebabkan oleh kematian jaringan tulang akibat penurunan pasokan darah menuju tulang. Jika dibiarkan dan tidak diobati, tulang yang terpengaruh mungkin kolaps dan menyebabkan rasa nyeri yang serius. Meskipun AVN sering memengaruhi pinggul, kondisi ini juga dapat terjadi pada lutut, bahu, tangan, atau kaki.

Apa saja penyebab nekrosis avaskular?

Terdapat beberapa penyebab AVN, namun satu penyebab yang perlu diperhatikan adalah penggunaan steroid. Seperti yang dijelaskan oleh Dr. Suresh, “Di Singapura dan seluruh Asia, pengobatan steroid tradisional jauh lebih umum dibandingkan di negara barat, yang akhirnya menyebabkan kondisi tersebut lebih sering terjadi pada orang Asia.”

Para dokter percaya bahwa steroid memiliki dampak pada kemampuan tubuh untuk memecah senyawa berlemak, yang selanjutnya menyempitkan pembuluh darah dan membatasi pasokan darah yang menuju tulang.

Kemungkinan penyebab AVN yang lain meliputi asupan alkohol yang tinggi, trauma, penyelaman laut dalam yang rutin, dan kolesterol tinggi meskipun lebih jarang.

Gejala apa saja yang perlu saya perhatikan?

Pada stadium awal, AVN mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali, yang membuat AVN sulit dikenali. Namun, ketika kondisinya memburuk, Anda mungkin mengalami:

  • Rasa nyeri ketika Anda menaruh beban atau memberi tekanan pada tulang yang mengalami gejala
  • Rasa nyeri yang konstan atau serius pada tulang yang mengalami gejala

Jika gejala ini terjadi, penting untuk mencari pengobatan medis sesegera mungkin untuk menunda atau mencegah kerusakan serius pada tulang.

Apa saja opsi pengobatan untuk AVN?

Opsi pengobatan untuk AVN
Jika AVN diketahui secara dini, pengobatan dapat membantu meringankan sedikit nyeri. Dokter juga mungkin merekomendasikan agar Anda menggunakan kruk untuk mengalihkan beban dari sendi Anda yang rusak.

‘Dekompresi inti’ (pembedahan dengan bor) dapat mengurangi tekanan, mengaktifkan kembali aliran darah di area yang mengalami gejala, dan membantu menghentikan kolapsnya tulang.

Namun, jika kondisi tersebut terus terjadi, operasi penggantian sendi mungkin diperlukan.

Apa itu operasi penggantian sendi?

Operasi penggantian sendi pertama kali dilakukan di Singapura pada tahun 1973. Meskipun tekniknya telah berubah secara drastis sejak waktu tersebut, sasarannya tetap untuk:

  • Meringankan rasa nyeri
  • Memulihkan kemampuan gerak
  • Menghentikan proses kerusakan tulang
  • Memulihkan citra tubuh

Pada operasi penggantian sendi, sendi yang rusak digantikan dengan sendi sintetik. Tujuannya adalah agar pasien mampu berjalan mandiri dan tanpa rasa nyeri.

Apa yang terjadi jika AVN terjadi pada kedua pinggul?

Ketika AVN ditemukan pada satu pinggul, pinggul lainnya dianggap ‘berisiko’. Jika akhirnya AVN terjadi pada kedua pinggul, penggantian kedua pinggul mungkin diperlukan.

Ini adalah usaha yang lebih rumit, seperti yang dijelaskan Dr. Suresh, “Saya pernah melakukan sejumlah prosedur penggantian kedua pinggul sebelumnya. Prosedur ini tidak boleh dianggap sepele karena dengan menggerakkan pinggul, pinggul yang lain dapat mengalami dislokasi.”

“Dalam kasus tersebut, lebih baik untuk menggunakan teknik invasif minimal, dan penting bagi pasien untuk bangun sesegera mungkin setelahnya. Saya telah melakukan operasi ini selama lebih dari 10 tahun, dan pasien cenderung pulih dengan sangat cepat. Seringnya, mereka dapat berjalan dalam waktu 2 hari.”

Pada operasi terbuka tradisional, dokter perlu membuat sayatan besar untuk mengakses area yang mengalami gejala, sementara dengan operasi invasif minimal, ahli bedah hanya perlu membuat sayatan kecil untuk memasukkan sendi pengganti.

Hal ini terutama menguntungkan bagi pasien yang perlu segera dapat berjalan kembali, atau bagi pasien dengan kondisi jantung risiko tinggi, seperti penyakit jantung atau penggunaan antikoagulan.

Dr. Suresh berkata, “Teknik invasif minimal melewati otot, bukan menembusnya, sehingga pasien tidak mengalami perdarahan sebanyak pada penggantian pinggul konvensional.”

Jika Anda mengalami gejala AVN atau khawatir dengan risiko Anda, konsultasikan dengan dokter.

 

Artikel disumbangkan oleh Dr Suresh Nathan, ahli bedah ortopedi di Mount Elizabeth Hospital

26.JAN.2018
img
Suresh Nathan Saminathan
Ahli Bedah Ortopedi
Mount Elizabeth Hospital

Dr Saminathan Suresh Nathan is an orthopaedic surgeon practising at Mount Elizabeth Hospital, Singapore. He specialises in treating bone and soft tissue tumours of the musculoskeletal system and in joint replacement or adult reconstruction surgery, such as bone transplants and custom implants in revision joint surgery.