• Mount Elizabeth

Kondisi yang Kami Tangani

  • Kondisi jantung

    heart conditions

    Jantung adalah salah satu organ terpenting dalam tubuh. Fungsinya menerima darah beroksigen- dari paru-paru, memompa darah ini ke seluruh tubuh sehingga setiap organ menerima oksigen yang dibutuhkan, dan mensirkulasikan kembali darah rendah oksigen ke paru-paru, tempat pasokan oksigen.

    Karena pentingnya fungsi jantung, semua penyakit dan kondisi yang melibatkan organ ini harus diperlakukan dengan sangat hati-hati. Penyakit jantung terjadi karena berbagai penyebab, seperti kelainan bawaan, di mana otot-otot jantung gagal berkembang secara normal, atau penyumbatan di arteri yang terhubung ke jantung.

    Memahami kondisi jantung Anda adalah langkah pertama untuk kesehatan yang lebih baik. Di bawah ini adalah daftar dari beberapa penyakit jantung.

  • Aorta Aneurisme & Aortic Diseksi

    abdominal aortic aneurysm infographic

    Aorta adalah arteri terbesar dalam tubuh. Aorta berasal dari jantung dan memasok darah ke seluruh tubuh melalui cabang-cabang arteri. Penyakit aorta dapat menyebabkan abnormalitas penyempitan dan pelebaran arteri. Penyakit ini termasuk aneurisma aorta dan diseksi aorta.

    Aneurisma aortik mengacu pada dilatasi abnormal (pembengkakan) dari aorta. Pelebaran dinding aorta bisa menyebabkan aorta robek, yang dapat menyebabkan pendarahan internal parah dan nyeri parah.

    Diseksi aorta mengacu pada robekan pada dinding aorta. Diseksi menyebabkan lapisan dinding aorta terpisah saat darah mengalir di antara lapisan. Kehilangan darah yang cepat dapat terjadi, jika aorta benar-benar terkoyak oleh diseksi. Hal ini dianggap sebagai darurat medis.

    Diseksi aorta dapat mempengaruhi suplai darah ke berbagai bagian tubuh, menyebabkan:

    • Kerusakan katup aorta (regurgitasi aortik)
    • Kematian
    • Kerusakan organ (termasuk ginjal, usus, jantung, otak)
    • Stroke, yang dapat menyebabkan kelumpuhan.

    Penyebab

    Kondisi ini biasanya berhubungan dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol atau salah satu kondisi berikut yang menyebabkan melemahnya dinding pembuluh darah:

    • Tekanan darah tinggi kronis, yang mempengaruhi jaringan aortik, sehingga lebih rentan untuk robek.
    • Kondisi kongenital (kelainan bawaan) dengan kelemahan dinding dan melebarnya aorta (termasuk sindrom Marfan dan katup aortik bikuspid)
    • Pada kasus yang jarang, kecelakaan kendaraan bermotor mungkin menyebabkan diseksi aortik akibat cedera traumatik pada dada
    • Penyebab potensial lainnya termasuk:
      1. Penuaan
      2. Penggunaan Obat
      3. Kehamilan

    Gejala

    • Kebanyakan aneurisma aortik tidak menampakkan gejala
    • Gejala diseksi aortik meliputi:
      • Nyeri perut
      • Pingsan
      • Nyeri robekan yang intens di dada atau punggung bagian atas
      • ekstremitas baal atau dingin
      • Stroke
      • Berkeringat

    Pengobatan

    Aneurisma aortik:

    • Jika Anda tidak memiliki gejala dan aneurisma Anda kecil, dokter dapat menyarankan pendekatan ‘monitor dan tunggu’ dengan melakukan pengawasan teratur terhadap ukuran aneurisma Anda.
    • Jika aneurisma Anda cukup besar atau jika tumbuh lebih dari 1 cm per tahun, dokter dapat merekomendasikan operasi aortik

    Diseksi aortik:

    • Obat oral dan intravena dapat membantu mengontrol tekanan darah dan detak jantung saat aorta dalam proses penyembuhan
    • Diameter aorta dapat dimonitor untuk membantu mencegah pembesaran atau pecah
    • Jika diseksi mempengaruhi bagian awal dari aorta, dokter mungkin menyarankan operasi karena mungkin ada risiko pada jantung dan arteri otak Anda
  • Penyakit Karotis Arteri

    carotid arteries x-ray

    Arteri karotis Anda adalah sepasang pembuluh darah yang terletak di dalam leher yang mengalirkan darah ke otak dan kepala. Penyakit karotis arteri disebabkan penumpukan deposit lemak, disebut plak, di permukaan dalam arteri. Plak secara bertahap dapat mengurangi atau memblokir pasokan darah ke otak dan dapat menyebabkan stroke atau transient ischemic attack (TIA), juga dikenal sebagai 'mini -stroke', yang terjadi ketika bekuan darah menghalangi arteri yang memasok darah ke otak, sifatnya sementara.

    Penyakit karotis arteri bertanggung jawab atas 20 % - 30 % dari semua stroke. Pengobatan penyakit arteri dapat mencakup kombinasi dari perubahan gaya hidup, obat-obatan dan dalam beberapa kasus di operasi.

    Stroke adalah komplikasi yang paling umum dari penyakit karotis arteri. Stroke dapat menyebabkan

    • Kematian
    • Kelemahan otot dan kelumpuhan
    • kerusakan otak permanen

    Penyebab

    Penyebab penyakit karotis arteri meliputi:

    • Penyebab yang dapat Dimodifikasi
      1. Obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit karotis arteri
      2. Merokok, kurang olahraga dan diet yang tidak sehat
    • Penyebab yang Tidak Dapat Dimodifikasi
      1. Wanita yang berusia lebih dari 75 tahun memiliki risiko lebih besar dari laki-laki dalam kelompok usia yang sama. Pria berusia lebih muda dari 75 tahun lebih rentan untuk terkena penyakit arteri karotid daripada wanita di kelompok usia yang sama
      2. Riwayat keluarga
      3. Mereka yang menderita penyakit arteri koroner (pengerasan arteri yang memasok darah ke jantung) lebih rentan untuk berkembang menjadi penyakit arteri karotis.

    Pengobatan

    okter Anda akan mengevaluasi kondisi Anda dan mendiskusikan dengan Anda mengenai berbagai pilihan pengobatan yang cocok untuk Anda. Ini mungkin termasuk kombinasi dari:

    • Perubahan gaya hidup:
      1. Batasi konsumsi alkohol
      2. Mempertahankan diet yang sehat
      3. Mempertahankan kontrol tekanan darah Anda, diabetes dan penyakit jantung lainnya
      4. Berhenti merokok
      5. Olahraga teratur
    • Obat untuk mengurangi risiko stroke dan komplikasi penyakit jantung, seperti obat pengencer darah
    • Operasi untuk membuka blokir arteri dan mencegah stroke di masa depan
  • Penyakit Jantung Kongenital

    complex congenital heart disease fallot's tetralogy infographic

    Penyakit Jantung Kongenital mengacu pada kelainan jantung bawan. Tingkat keparahan penyakit berkisar mulai dari cacat ringan sampai kondisi parah dan hingga pada kondisi mengancam jiwa.

    Ada banyak jenis penyakit jantung bawaan seperti:

    • Atrial septal defect (lubang di dinding yang memisahkan dua atrium atas, kanan dan kiri, jantung)
    • Koarktasio aorta
    • Tetralogi Fallot
    • Lubang di Jantung
    • Mitral valve prolapsed
    • Patent ductus arteriosus
    • Atresia paru
    • Paru/stenosis aorta
    • Transposisi dari pembuluh darah besar
    • Ventrikel septal defect (lubang di dinding yang memisahkan kanan dan kiri ventrikel)

    Komplikasi

    • Komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan, penggunaan kontrasepsi dan risiko untuk keturunan
    • Peradangan lapisan dalam jantung (endokarditis)
    • Manajemen akibat masalah medis non-jantung
    • Sosial, emosional, keuangan, pekerjaan dan masalah pendidikan
    • Tindak lanjut seumur hidup

    Penyebab

    Penyebab penyakit jantung bawaan belum sepenuhnya diketahui, namun termasuk:

    • Kromosom atau kondisi genetik yang bisa diwariskan atau mungkin terjadi (jarang) pada awal kehamilan:
      1. Down sindrom, Sindrom DiGeorge, Sindrom Marfan dan Sindrom Turner
    • Faktor lingkungan dapat menyebabkan penyakit jantung bawaan:
      1. Konsumsi obat berlebihan atau konsumsi alkohol selama kehamilan, obat jerawat, paparan bahan kimia, infeksi virus (misalnya. Rubella), dan penyakit lainnya termasuk diabetes.

    Gejala

    Tergantung pada jenis dan tingkat keparahan, banyak kelainan jantung bawaan mungkin tanpa gejala. Ketika kelainan jantung parah atau jika terdapat beberapa kelainan jantung, terutama pada bayi baru lahir, gejala berikut dapat terjadi:

    • Kulit, bibir dan kuku Biru
    • Nyeri dada
    • Pingsan
    • Jantung murmur
    • Palpitasi
    • Sirkulasi darah yang buruk
    • Cepat bernapas
    • Kelelahan

    Pengobatan

    Prosedur Transcatheter dapat digunakan untuk mengobati kelainan jantung bawaan. Ini adalah prosedur minimal invasif yang dilakukan dengan menggunakan kateter (tabung kecil). Kateter digunakan untuk memasukkan alat intravaskular seperti balon, koil atau stent untuk membantu melebarkan atau menutup kelainan jantung yang ada.

    Prosedur Transcatheter meliputi:

    • Balloon angioplasty atau balon dilatasi adalah prosedur untuk membesarkan pembuluh darah yang menyempit untuk meningkatkan aliran darah ke jantung
    • Balon atrium septostomy digunakan untuk mengobati beberapa kelainan jantung bawaan dan dapat dilakukan pada janin atau bayi. Teknik ini memperluas lubang antara ruang atas kanan dan kiri jantung
    • Balon valvuloplasty direkomendasikan untuk pasien dengan penyempitan katup. Sebuah balon kateter kecil diarahkan langsung ke katup sasaran, kemudian dikembangkan sampai pembukaan katup memadai.
    • Perangkat penutupan suatu kondisi yang disebut patent ductus arteriosus (PDA) dilakukan ketika ductus arteriosus pada bayi (pembuluh darah biasanya nampak dan tertutup beberapa hari setelah lahir) tidak sepenuhnya tertutup setelah lahir. Sebuah perangkat dimasukkan melalui pembuluh darah di pangkal paha untuk menutup celah ini.
    • Perangkat penutupan defek septum atrium (ASD), cacat jantung bawaan antara dua serambi jantung. Sebuah separator dapat dimasukkan untuk membagi dua serambi jantung saat adanya kelainan atrium septik. Hal ini akan membantu jantung untuk melanjutkan fungsi normalnya.

    Operasi

    • Cavo-paru shunt (CPS)
    • Prosedur Fontan
    • Ligasi patent ductus arteriosus
    • Modifikasi Blalock Taussig shunt (BTS)
    • Prosedur Norwood
    • Band paru arteri (PAB)
    • Operasi Rastelli
    • Prosedur Ross
  • Penyakit Arteri Koroner

    fatty deposit build up in coronary artery disease infographic

    Penyakit arteri koroner mengacu pada penyempitan atau penyumbatan arteri yang memasok darah ke jantung. Penyempitan arteri terjadi karena penumpukan deposit lemak dalam dinding arteri. Deposito lemak ini, disebut plak, menumpuk selama bertahun-tahun dan akhirnya dapat menghambat aliran darah ke jantung. penyakit arteri koroner dapat menyebabkan nyeri dada dan sesak napas (angina) selama melakukan aktifitas fisik yang berlebihan atau stres, dan juga terjadi serangan jantung dan gagal jantung.

    Ada banyak komplikasi yang terkait dengan penyakit arteri koroner termasuk:

    Gejala

    Penyakit arteri koroner dapat bermanifestasi dengan gejala yang berbeda dan tingkat keparahan:

    • Nyeri dada, biasa dikenal sebagai angina selama melakukan aktifitas fisik yang berlebihan atau stres
    • Tangan berkeringat dingin
    • Serangan jantung
    • Mual
    • Palpitasi
    • Sesak napas
    • Anda mungkin tidak mengalami gejala apapun, meskipun terdapat penyumbatan aliran darah ke jantung Anda (ini dikenal sebagai silent ischaemia)

    Pengobatan

    Dokter Anda akan mengevaluasi kondisi Anda dan mendiskusikan berbagai pilihan pengobatan yang cocok untuk Anda. Ini mungkin termasuk kombinasi dari:

    • Perubahan gaya hidup untuk meningkatkan kesehatan jantung Anda:
      1. Kontrol tekanan darah, kolesterol darah dan diabetes dengan olahraga teratur dan mengontrol berat badan
      2. Mempertahankan diet sehat
      3. Berhenti merokok
    • Obat-obatan untuk melarutkan bekuan darah, mengatur detak jantung, dan mencegah komplikasi penyakit jantung lainnya
    • Pembedahan mungkin disarankan oleh dokter Anda dalam kasus penyakit arteri koroner yang parah untuk meningkatkan aliran darah koroner:
      1. Operasi bypass arteri koroner: operasi jantung terbuka, di mana suplai darah koroner dipulihkan dengan menciptakan rute baru untuk darah melalui sekitar arteri koroneryang terblokir
      2. Intervensi perkutan koroner (juga dikenal sebagai angioplasti koroner): Sebuah balon kecil dimasukkan ke dalam arteri yang tersumbat untuk membantu membuka kembali arteri yang tersumbat dan memungkinkan darah mengalir lagi. Sebuah stent (cincin logam kecil yang lentur) dapat digunakan untuk membantu menjaga arteri tetap terbuka
  • Aritmia Jantung

    how arrhythmia causes irregular heartbeat infographic

    Aritmia jantung berkaitan dengan detak jantung yang tidak teratur. Beberapa aritmia mungkin tidak memiliki konsekuensi yang signifikan, meskipun dari jenis lainnya dapat mengancam jiwa. Tingkat keparahan tergantung pada berapa lama aritmia berlangsung, bagaimana ketidakteraturannya dan bagaimana hal itu mempengaruhi aliran darah dan tekanan darah.

    Aritmia dapat menyebabkan denyut jantung menjadi lambat (di bawah 50 denyut per menit), dan terlalu cepat (lebih besar dari 100 denyut per menit), atau tidak teratur.

    Ada berbagai jenis aritmia jantung termasuk:

    • Denyutan Prematur (ekstra)
    • Supraventrikular aritmia
    • Ventrikel aritmia
    • Fibrilasi ventrikel
    • Ventrikel takikardia

    Kebanyakan aritmia jantung dapat dikelola dan tidak menyebabkan komplikasi yang parah. Namun, jika tidak ditangani dengan benar, maka dapat menyebabkan pingsan, stroke dan gagal jantung.

    Penyebab

    Resiko berkembangnya aritmia jantung meningkat seiring usia, dan kondisi yang terjadi pada orang dengan jantung sehat. Pada beberapa kasus, penyebabnya tidak diketahui. Namun, kondisi ini diketahui berhubungan erat dengan kondisi kardiovaskular meliputi:

    Ada pula penyebab yang tidak terkait jantung yang dapat menyebabkan aritmia. Ini meliputi:

    • Kelenjar tiroid yang sangat aktif
    • Stress, konsumsi alkohol berlebihan, tembakau dan kafein, termasuk juga pil diet, dekongestan dan obat batuk

    Gejala

    Gejala aritmia jantung bisa meliputi:

    • Nyeri dada
    • Pusing
    • Pingsan
    • Palpitasi (tidak berdetak, detak cepat, detak kuat atau rasa deg-degan)
    • Nafas tersengal

    Pengobatan

    Beberapa kasus aritmia tidak membutukan pengobatan. Dokter Anda akan mengevaluasi kondisi dan mendiskusikan dengan Anda berbagai opsi pengobatan yang cocok. Opsi tersebut meliputi:

    • Perubahan gaya hidup:
      1. Stop merokok
      2. Hindari aktivitas yang memicu detak jantung tak beraturan
      3. Batasi konsumsi kafein
      4. Hindari stimulan yang digunakan dalam obat batuk and flu
    • Obat-obatan:
      1. Obat anti aritmik untuk mengatur detak jantung
      2. Terapi anti koagulan (pengencer darah) untuk mengurangi pembentukan gumpalan darah
    • Tes elektrofisiologi (EP). Dilakukan dengan bius lokal, prosedur ini memungkinkan dokter menstimulasi jantung dengan arus listrik terkontrol, sehingga bisa menemukan sumber hambatan atau detak tak beraturan
    • Ablasi kateter biasanya digunakan untuk mengobati aritmia and utamanya digunakan setelah tes EP dan jika obat-obatan sudah tidak efektiv atau tidak nyamn. Cara kerjanya:
      1. Beberapa tabung tipis (kateter) dengan elektroda dimasukkan ke pembuluh darah dan diarahkan ke jantung
      2. Sejumlah energi frekuensi radio (mirip panas microwave)melelehkan (mengangkat) area otot jantung yang menyebabkan detak tak beraturan
    • Bedah untuk kontrol aritmia dan mengembalikan irama jantung:
      1. Alat pacu jantung, implan jantung, atau defibrilator bisa ditanam di dada. Alat ini berfungsi membawa energi listrik dan mengisi detak jantung yang hilang sehingga bisa mengembalikan fungsi jantung seperti normal. Alat ini bisa bersifat sementara atau permanen.
  • Serangan Jantung

    what happens during heart attack infographic

    Serangan jantung (secara medis disebut infark miocardial) terjadi bila aliran darah ke jantung berkurang atau tersumbat.Sumbatan terjadi karena endapan lemak di dinding arteri yang mengalirkan darah ke jantung dan akibatnya suplai oksigen ke jantung berkurang. Jika aliran darah tidak dikembalikan segera, jaringan jantung yang terdampak akan mati.

    Beberapa pasien mengalami nyeri dada saat terjadi serangan jantung, tapi ada juga yang tanpa gejala apapun. Sangat penting untuk mengetahui tanda serangan jantung sehingga bisa ditangani segera.

    Penyebab

    Penyebab umum serangan jantung adalah penyempitan satu atau lebih arteri yang mensuplai darah ke jantung. Hal ini akibat endapan kolestrol pada dinding arteri (proses ini disebut atherosklerosis). Akibatnya aliran darah ke otot jantung terhambat, mengganggu suplai oksigen.

    Ada faktor resiko terjadinya serangan jantung yang bisa dan tidak bisa diubah.

    • Faktor resiko yang bisa diubah:
      1. Faktor gaya hidup seperti merokok, jarang olah raga dan diet tidak sehat
      2. Kondisi yang bisa diobati seperti tekanan darah tinggi, kolestrol tinggi dan diabetes
    • Faktor resiko yang tidak bisa diubah:
      1. Usia, riwayat keluarga dengan penyakit tersebut, etnis, gender, (pria terkena serangan jantung 3-5 kali lebih banyak)
      2. Menopause (kehilangan oksigen alami mengakibatkan meningkatnya resiko sakit jantung)

    Gejala

    Jika terkena serangan jantung, Anda dapat mengalami gejala ini:

    • Menggigil dan berkeringat
    • Dingin dan berkeringat
    • Pusing
    • Mual
    • Nyeri menyebar dari dada ke leher, lengan, bahu atau rahang
    • Nyeri dada parah di bagian tengah dan lama (terasa berat dan tertekan)
    • Nafas sesak
    • Denyut nadi lemah

    Pengobatan

    Tujuan pengobatan adalah membebaskan arteri yang tersumbat untuk meminimalkan kerusakan otot jantung. Dokter akan mengevaluasi keparahan kondisi Anda dan melakukan tindakan efektif untuk membebaskan arteri. Tindakan:

    • Melakukan angioplasty koroner, dimana sebuah balon kecil atau sten dimasukkan ke arteri yang tersumbat untuk membantu membuka dan mengembalikan aliran darah
    • Rehabilitasi jantung: sebuah program yang bertujuan membantu tercapainya jantung yang sehat pasca serangan jantung dengan mengurangi faktor resiko
    • Obat-obatan:
      1. Anti koagulan untuk menghancurkan gumpalan darah
      2. Menurunkan resiko serangan jantung berikutnya
      3. Menghilangkan nyeri dada
      4. Mengendalikan diabetes, tekanan darah tinggi dan kolestrol tinggi

    Komplikasi dan penyakit terkait

    • Aritimia atau detak jantung tak beraturan
    • Kardiogenik shock, serupa dengan kerobekan jantung, tetapi lebih serius
    • Kerusakan katup jantung
    • Gagal jantung, karena ketidakmampuan jantung memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh
    • Kerobekan jantung, dimana otot jantung, katup dan dindingnya terpisah
  • Gagal Jantung

    Gagal jantung menggambarkan kondisi dimana jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh jaringan tubuh. Organ dan otot akan mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi dan akibatnya tidak bisa berfungsi normal. Gagal jantung dapat mengakibatkan edema, yaitu tumpukan cairan di jaringan.

    Gagal jantung adalah kondisi kronik dengan konsekuensi serius. Dapat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik, dan prevalensinya meningkat seiring usia. Tidak ada obat untuk gagal jantung, tapi kombinasi perubahan gaya hidup dan kadang bedah bisa membantu manajemen dan pengobatan kondisi ini.

    Penyebab

    Ada beberapa penyebab gagal jantung dan faktor resiko yang umum adalah:

    • Kardiomiopati – penyakit pada otot jantung yang menyebabkan otot melemah. Penyakit jantung koroner dan penyakit jantung lain bisa mengakibatkan kardiomiopati.
    • Penyakit jantung koroner – merupakan penyebab utama gagal jantung karena menghambat kemampuan jantung untuk memompa darah secara memadai. Kondisi ini ditandai dengan pengerasan arteri yang mengalirkan darah ke jantung karena endapan lemak pada dinding arteri.
    • Konsumsi alkohol dan penggunaan narkoba
    • Tekanan darah tinggi- jantung harus bekerja lebih keras untuk mensuplai darah ke tubuh. Jika jantung tidak bisa menjaga tekanan, gagal jantung akan terjadi.
    • Lainnya – Kelainan pada katup jantung, dan penyakit jantung kongenital (kelainan jantung bawaan)

    Gejala

    Jika Anda menderita gagal jantung, Anda mungkin akan mengalami hal berikut:

    • Sesak nafas karena tumpukan cairan di paru
    • Kaki dan tumit bengkak karena tumpukan cairan di vena dan jaringan tubuh
    • Nyeri dada (angina)
    • Pingsan dan pusing karena kurangnya suplai oksigen ke organ dan otot
    • Fatigue due to inadequate blood and oxygen supply to organs and muscles
    • Kematian mendadak

    Penanganan

    Dokter Anda mungkin menganjurkan kombinasi perubahan gaya hidup, obat-obatan dan kadang bedah untuk mengobati gagal jantung.

    • Perubahan gaya hidup meliputi:
      1. Diet sehat (batasi asupan garam untuk mengurangi bengkak)
      2. Jaga diet seimbang
      3. Berhenti merokok
      4. Kurangi atau berhenti konsumsi alkohol
      5. Olahraga teratur (dokter Anda bisa merekomendasikan program olahraga tertentu)
    • Obat-obatan:
      1. Membantu mengurangi kelebihan cairan pada jaringan
      2. Membantu stimulasi kerja pompa jantung
      3. Menurunkan tekanan darah
      4. Memperbaiki aritmia
    • Bedah dapat dianjurkan oleh dokter Anda untuk memperbaiki abnormalitas yang menyebabkan gagal jantung, misalnya:
      1. Ventricular Assist Device (VAD) – alat bantu ventrikular – sebuah alat jantung mekanik yang memompa darah beroksigen ke tubuh. Alat ini ditempatkan di dada pasien tetapi tidak menggantikan jantung.
      2. Alat jantung mekanik atau jantung artifisial total – Adalah pompa buatan yang mengambil alih fungsi pompa jantung
      3. Transplantasi jantung
  • Penyakit katup Jantung

    healthy heart valves and diseased heart valves infographic

    Penyakit jantung valvular yaitu penyakit pada katup jantung. Katup jantung berfungsi seperti pintu yang mengatur aliran darah antara berbagai bagian jantung. Penyakit jantung valvular terjadi pada satu atau lebih katup jantung, mengalami kerusakan dan tidak berfungsi normal. Jenis kerusakan katup jantung berbeda, tergantung katup mana yang terkena dan penyakit tertentu bisa mengakibatkan gangguan lebih dari satu katup.

    Penyakit katup bisa karena kelainan kongenital (penyakit bawaan) atau bisa terjadi karena infeksi atau degenerasi.

    Ada 2 tipe utama penyakit jantung valvular:

    • Valvular insufisiensi, terjadi jika katup tidak bisa menutup rapat dan mengakibatkan aliran balik
    • Valvular stenosis, terjadi jika pembukaan katup lebih kecil dari seharusnya, sehingga mengurangi jumlah aliran darah yang lewat

    Penyebab

    Ada berbagai penyebab penyakit jantung valvular:

    • Kongenital (penyakit bawaan)
    • Degenerasi jaringan katup karena penuaan
    • Obat (obat migrain, pil diet) dan terapi radiasi (pengobatan kanker)
    • Serangan jantung, artherosklerosis (penumpukan deposit lemak di arteri) dan tekanan darah tinggi
    • Infeksi meliputi demam reumatik dan infeksi endokarditis

    Gejala

    Awalnya, tidak ada gejala apapun meskipun terjadi kerusakan parah pada katup. Namun, gejala bisa berkembang menjadi:

    • Pingsan
    • Kelelahan
    • Detak jantung tak beraturan
    • Sesak nafas
    • Tumit bengkak

    Penanganan

    Penanganan berbeda untuk setiap jenis penyakit jantung valvular, tergantung katup mana yang terkena dan keparahan kerusakan. Penanganan meliputi:

    • Obat-obatan – penting melakukan tindak lanjut teratur untuk mencegah kekambuhan
    • Balon valvuloplasty dianjurkan untuk pasien dengan penyempitan katup. Sebuah kateter balon kecil dimasukkan ke target katup, kemudian dikembungkan dan dikempiskan beberapa kali, hingga katup terbuka secara memadai.
    • Bedah diperlukan jika ada beberapa katup yang mengalami kerukana parah dan Anda mungkin akan dirujuk ke salah satu kardiologis intervensional atau bedah jantung:
      1. Perbaikan katup, bisa segera pulih pasca bedah, angka keberhasilan tinggi dan mungkin tidak memerlukan obat-obatan seumur hidup, sementara katup asli tetap dipertahankan
      2. Penggantian katup biasanya dilakukan untuk kasus kompleks dan dimana beberapa katup mengalami kerusakan parah. Tindakan ini merupakan pendekatan invasif minimal dimana katup lama diganti dengan yang baru.
  • Kondisi lain yang kami tangani

    • Penyakit periferal arteri
    • Kondisi jantung akibat faktor kehamilan
    • Hipertensi pulmonari arterial

Bertanya atau Membuat Janji Temu Spesialis Kami