• Mount Elizabeth

Kanker Kolorektal

  • Apakah Kanker Kolorektal Itu?

    Tanda kanker kolorektal

    Kanker kolorektal adalah pertumbuhan abnormal pada kolon atau rektum (usus). Kolon merupakan bagian terpanjang pada usus besar dan rektum adalah lorong yang menghubungkan antara kolon dengan anus. Sebagian besar kanker kolorektal berawal dari suatu polip (suatu pertumbuhan yang jinak atau tidak bersifat kanker pada lapisan kolon atau rektum) yang kemudian berkembang menjadi pertumbuhan yang abnormal (bersifat kanker). Skrining terhadap polip dapat mendeteksi kanker kolorektal secara dini.

    Penyebab kanker kolorektal tidaklah diketahui, namun Anda mungkin berisiko mengalaminya bila:

    • Berusia di atas 50 tahun
    • Memiliki polip kolorektal
    • Memiliki anggota keluarga yang menderita kanker kolorektal
    • Pernah menderita kanker sebelumnya, misalnya kanker kolorektal, dan pada wanita, kanker ovarium, uterus atau payudara
    • Memiliki kolitis ulseratif atau penyakit Crohn (peradangan kolon)
    • Merokok
    • Diet tinggi lemak dan rendah buah serta sayuran
  • Gejala Kanker Kolorektal

    Colon cancer stages infographic

    Periksalah ke dokter bila Anda mengalami gejala kanker kolorektal berikut ini:

    • Perubahan kebiasaan buang air besar (diare atau konstipasi)
    • Merasa mual atau muntah
    • Merasa bahwa buang air besar Anda tidak tuntas
    • Merasa sangat lelah sepanjang waktu
    • Menemukan darah (baik berwarna merah terang atau sangat gelap) pada tinja Anda
    • Tinja Anda berukuran lebih kecil dari biasanya
    • Sering mengalami nyeri akibat gas atau kram, atau merasa penuh atau kembung
    • Mengalami penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas
  • Deteksi Kanker Kolorektal

    Anatomi kanker usus besar

    Polip dan kanker kolorektal dapat dideteksi melalui jejak darah yang masuk ke dalam kolon. Jumlah pendarahan dapat nyaris tak terlihat dengan mata telanjang. Tes imunokimia feses (FIT) merupakan suatu tes pendahuluan yang mendeteksi keberadaan sejumlah kecil darah dalam tinja. Tes ini tersedia dalam suatu set peralatan sederhana yang dapat dilakukan di tengah kenyamanan rumah Anda sendiri.

    Kolonoskopi merupakan salah satu prosedur skrining yang paling umum dilakukan untuk deteksi kanker kolorektal. Suatu kamera bercahaya yang fleksibel dimasukkan ke dalam anus sehingga memungkinkan dokter untuk melihat dinding bagian dalam dari rektum dan kolon. Selama prosedur ini, contoh jaringan dapat diambil untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan polip yang sudah ada dapat dibuang sebelum mereka berubah menjadi kanker.

    Karena polip membutuhkan waktu 10 hingga 15 tahun sebelum mereka berubah menjadi kanker, maka berbagai penelitian menganjurkan agar pria dan wanita yang berusia di atas 50 tahun melakukan kolonoskopi sekali setiap 10 tahun atau bila muncul gejala.

  • Pengobatan Kanker Kolorektal

    Kolonoskopi

    Pengobatan yang paling umum untuk kanker kolorektal adalah operasi untuk membuang tumor. Operasi untuk membuang kanker kolorektal dapat berupa salah satu dari di bawah ini:

    • Operasi invasif minimal, dilakukan dengan laparoskopi (operasi lubang kunci); atau
    • Operasi terbuka untuk membuang kanker dan beberapa jaringan kolon serta kelenjar getah bening di dekatnya bila perlu

     

    Pengobatan lain yang dapat diberikan sebelum atau setelah operasi meliputi:

    • Kemoterapi untuk menghancurkan sel-sel kanker
    • Terapi radiasi (menggunakan sinar X berenergi tinggi) pada area tertentu
    • Terapi yang ditargetkan untuk menghancurkan atau menghambat pertumbuhan sel-sel kanker

Bertanya atau Membuat Janji Temu Spesialis Kami